Thursday, May 28, 2026

Memberdayakan Forum MGMP

Oleh : Deni Kurniawan As’ari, M.Pd. | Ketua Umum PP PPIB 



Forum MGMP ini dirancang se­ba­gai wahana belajar se­panjang hayat antarguru. Tempat di mana ide-ide segar dan inovasi pembelajaran lahir dari pengalaman nyata di kelas. Namun, idealitas itu kerap ja­uh dari kenyataan. Banyak MG­MP di sekolah dan madrasah yang hidup segan, mati pun tak mau. Secara struktur mungkin masih ada kepengurusan, tetapi aktivitasnya nyaris tak terdengar. Tak sedikit MGMP yang baru ber­geliat ketika ada suntikan dana dari pemerintah berupa block grant. Ironisnya, muncul pula pleset­an yang menohok: “Mulih Gasik, Mampir Pasar”. Sindiran ini meng­gambarkan sebagian ok­num pengurus yang menjadikan MGMP sekadar ajang kum­pul-kumpul tanpa makna akademik. Padahal, MGMP me­mi­liki peran amat penting da­lam peningkatan mutu pendidik­an.


Mantan Wakil Mendiknas Prof.­ Fasli Jalal (2005) pernah me­negaskan, MGMP me­ru­pakan sarana efektif pembina­an profesionalisme guru dalam semangat oleh, dari, dan untuk guru. Forum ini idealnya menjadi tempat guru menemukan solusi atas pro­blem nyata di ruang kelas, mu­lai dari strategi pembelajaran, penilaian, hingga adaptasi terha­dap perubahan kurikulum. Arief Achmad (2004) meru­mus­kan sedikitnya enam tujuan utama MGMP: pertama, mening­katkan kemampuan guru dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran. Kedua, meningkatkan profesionalis­me serta pemerataan mutu pendidikan. Ketiga, menjadi ruang diskusi pemecahan masalah pembelajaran. Keempat, memperoleh informasi terbaru seputar kurikulum, metodologi, dan teknologi pendi­dikan.

Kelima, berbagi hasil pe­la­tihan, penelitian, dan inova­si, dan keenam menjadi agen refor­ma­si sekolah/madrasah me­nuju pembelajaran yang efektif. Sayangnya, dari pengamatan pe­nulis di lapangan, MGMP saat ini bisa diklasifikasikan menjadi tiga kategori: (1) MGMP yang aktif dan produktif, (2) MGMP kurang aktif, bergerak jika ada da­na, dan (3) MGMP tidak aktif sa­ma sekali. Kondisi terakhir inilah yang paling memprihatinkan. Agar MGMP kembali berdaya dan berfungsi optimal, ada enam strategi yang layak dipertimbang­kan. Pertama, kepemimpinan yang kuat. Kedua, komitmen ko­lektif. MGMP yang tangguh lahir dari rasa memiliki dan tanggung jawab bersama. Ketiga, program kerja yang jelas dan terukur. Ke­empat, du­kung­an berbagai pihak. Kelima, kemandirian pendanaan.  

Keenam, pembina­an berkelanjutan. Dinas pendi­dik­an perlu ha­dir secara nyata memberikan pembinaan, evalua­si, dan fasilitasi agar MGMP berjalan di jalur yang benar dan berdaya guna. Sudah saatnya MGMP bangkit dari tidur panjangnya. Di tengah derasnya perubahan kurikulum dan teknologi digital, guru tidak bisa berjalan sendirian. Forum MGMP menjadi rumah besar tem­pat berbagi, berkolaborasi, dan saling menguatkan. Jika forum ini diberdayakan de­ngan se­rius, MGMP dapat men­jadi pusat penggerak pening­katan mutu pen­didikan, di­mulai dari ruang kelas, oleh guru yang mau belajar, dan untuk murid yang terus berkembang. ***

Sumber Artikel berjudul " Memberdayakan Forum MGMP ", selengkapnya dengan link: https://koran.pikiran-rakyat.com/pendidikan/pr-3039802603/memberdayakan-forum-mgmp?page=2

Copyright © PPIB